Monday, 16 July 2007

Joe Kamdani

Opa "X-treme

Treadmil dua hari sekali selama satu jam, harus dilakukan untuk menunjang semua hobi ekstrim. Hobi maut apa saja yang geluti top manajemen Datascrip?

Raut wajah pria gaek berusia 70 tahun itu, tak menampakkan guratan putus asa dan kelelahan. Padahal sudah empat kali ia berusaha untuk bisa berselancar di atas papan produk Obrien M-XL. Untuk memuaskan istri, anak, cucu dan koleganya, lelaki kelahiran Bogor ini melepaskan busana kerjanya yang terendam air Danau Sunter Jakarta. Dan huuupp…. Akhirnya Joe Kamdani pun dapat berdiri dan berselancar. “Jika kita gagal, jangan pernah menyerah. Terus berjuang sampai berhasil,” kata lelaki yang akrab disapa opa Joe ini, usai menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori Pemain Ski Air tertua 70 tahun.

Buat Opa Joe, tak hanya olahraga ski air yang digelutinya. Ada beberapa olahraga ekstrim lainnya yang sudah dikenal sejak berusia 40 tahun. Diantaranya: ski es (snow-ice skiing), selancar angin (wind surfing), diving, sky diving, menelusuri goa (caving). “Semua itu saya lakukan untuk menguji kemampuan diri sendiri untuk mencapai kepuasan batin,” ujar Chairman & Founder PT Datascrip. “Hebatnya lagi, olahraga ekstrim ini dapat memproduksi zat adrenalin dalam tubuhku,” katanya bersemangat.

Diakui suami Lucy Kamdani, selama menjalani hobinya ini, ada beberapa peristiwa yang tak bisa dilupakannya hingga kini. Mulai dari bahu kirinya patah saat bermain ski es, atau jari manisnya nyaris patah saat mengikuti lomba layar Darwin-Arafuru.

Menurut Joe, ada sebuah peristiwa yang tak bisa dilupakannya. Tanggal 26 November 1998, menjadi hari menegangkan Joe saat berlayar di Pulau Bundar, Kepulauan Seribu. Kala itu, jam menunjukkan pukul setengah lima sore, Joe mencoba untuk berlayar dari pulau satu ke pulau lainnya. Saat ingin kembali ke pulau Bundar tempat ia dan keluarganya bermalam, datang angin ribut. Joe mencoba mendekat, sang istri yang berada di dermaga berpikir, tak lama lagi suaminya akan tiba.

Tetapi karena kecepatan angin diperkirakan 40 km/jam, usahanya menuju Pulau Bundar terasa sangat sulit. Pukul sebelas malam, Joe sudah berada di luar gugusan pulau-pulau dan terbawa ke arah laut lepas. Air laut, menjadi penghangat tubuh Joe dari dinginnya tiupan angin laut. Hujan rintik-rintik yang membasahi tubuh dan topi kainnya, ia gunakan untuk pelepas dahaga disaat kondisi ketakutan dan kedinginan. Ketika itu, ia pun berdoa pada Tuhan. “Ya Tuhan, aku tahu aku manusia lemah yang berdosa. Aku tahu aku jarang ke gereja. Aku tahu aku lemah tetapi sok kuat. Saat ini aku merasa takut, tetapi aku juga bahagia, oleh karena Engkau menjewer kupingku dan membawaku ke tempat sunyi, untuk bisa menjadi saksi kebesaranMu dan mengerti, betapa bukan apa-apanya diriku, beserta segala apa yang seolah-olah aku miliki di bumi ini. Tapi malam ini, tidak. Engkau mengistimewakan aku dan Kau jinjing aku untuk berhadapan dengan MU”. “Pokoknya saat itu, harta bukan segala-galanya,” katanya mengenang

Pagi harinya, Joe yang sudah kepayahan, mengikatkan tubuhnya pada papan agar tidak jatuh ke laut. Dirinya sangat beruntung bertemu nelayan dari Indramayu. Baru saja ia mendaratkan kakinya di kapal nelayan, ikan hidup-hidup dan kotornya air hujan yang menggenang sebuah kaleng langsung ditelannya. “Saking lapar dan hausnya saya,” ujarnya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

Jujur Dalam Berbisnis

Rasanya sukar dipercaya bila ada eksekutif Human Resources (HR) yang tidak kenal dengan Datascrip. Perusahaan milik Yusuf Kamdani ini berdiri sejak 37 tahun lalu dengan nama PD. Matahari dan berkantor di Jalan Pecenongan Nomor 45, Jakarta Pusat. Yusuf Kamdani atau lebih dikenal dengan nama Joe Kamdani, memulai usahanya dengan menjual pulpen, mesin tik, pensil dan kertas.

Tapi zaman terus berubah. Seiring perubahan itu, barang dagangan Joe pun bertambah. Kalau dulu hanya menjual alat tulis sederhana, sekarang usahanya sudah merambah ke alat-alat perkantoran modern. Datascrip pun bertambah besar dan memiliki sendiri gedung berlantai 12 di daerah Kemayoran.

Kunci sukses Joe adalah kepercayaan kepada para karyawan yang disertai dengan pengawasan. “Saya selalu memberikan kepercayaan kepada karyawan dan klien. Itu tetap dipelihara sampai sekarang,” ujar pengusaha yang tidak mempercayai horoskop ataupun feng sui ini. “Keberhasilan usaha adalah buah perencanaan dan perhitungan yang matang,” ia mengemukakan kiat usahanya. Selain itu, Joe juga berpegang pada Tiga K: Kemauan, Kemampuan, dan Kesempatan. Hal ini, menurut penggemar penyanyi Harry Balafonte itu, harus dijalankan secara simultan dan penuh keyakinan.

Menurut aktivis Rotary Club ini, seorang pengusaha sukses, nasib berada ditangan sendiri. Dan takdir di tangan Tuhan. Untuk bisa meraih sukses, lanjut Joe, orang memerlukan impian, kerja keras, dan tekad untuk selalu ingin mencapai yang lebih baik. “Satu hal, kita harus selalu jujur dalam berbisnis,” ujar mantan salesman yang kini memiliki ribuan karyawan.

Haris Maryasno -- Tulisan ini sudah dimuat di Majalah Prioritas BCA 2008

No comments:

Post a Comment