Friday, 25 April 2008

Kanker Pada Pria


Kanker bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa penyakit yang karakteristik 'penyerangannya' lebih sering menyerang pria. Data statistik menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki angka tinggi untuk kanker paru, hati dan prostat pada pria. Meski kanker testis lebih jarang terjadi, tetapi bukan berarti dapat diabaikan.

Pencegahan kanker dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup seperti: mengontrol berat badan, olahraga, konsumsi makanan sehat, dan menjauhi rokok. Menurut American Institute for Cancer Research, 60-70% kanker dapat dicegah. Data ini mungkin bisa membangunkan kita untuk memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat. Lantas, seperti apa gejala dan penyebabnya?

Kanker Paru

Penyebab nomor satu dengan tingkat prosentase 75%-90% adalah: Rokok. Kanker ini biasanya menyerang orang yang telah merokok selama 20 tahun atau lebih, atau yang merokok sejak remaja. Penyebab lainnya adalah kontak dalam jangka waktu lama dengan racun arsenik, asbes, uap chlorine, abu batu bara, radiasi, dan perokok pasif.

Risiko kanker paru akan bertambah besar bagi perokok yang terkontaminasi karsinogen (bahan penyebab kanker). Gejala yang paling sering timbul adalah: batuk terus menerus, sputum (dahak) disertai darah, sesak sakit dada, perasaan lelah, atau penyebab lainnnya seperti pneumonia atau bronchitis yang sering kambuh.

Kanker Hati

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara hepatitis B dan kanker hati. Dan penyakit ini tiga kali lebih sering dialami pria paruh baya dan tua dibanding wanita. Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kanker hati adalah: sirosis hati (matinya sel-sel hati) akibat minum alkohol dan mengkonsumsi mikotoksin (racun yang diproduksi oleh jamur pada kacang dan jagung yang membusuk), biasanya ditemukan pada daerah tropis.

Salah satu Gejala Kanker Hati adalah: perut bagian atas terasa nyeri dan kelihatan bengkak. Gejala lainnya yaitu hilangnya nafsu makan, berat badan turun, mual, anemia, dan tes kandungan kimia darah tidak normal.

Kanker Prostat

Ukuran kelenjar prostat hanya sebesar biji kenari yang mengelilingi bagian atas dari uretra (saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke penis). Faktor usia memegang peran penting sebagai risiko terbesar kanker prostat. 80% kasus pria penderita kanker prostat berusia 65 tahun keatas. Diet dengan kandungan tinggi lemak juga berkaitan dengan kanker prostat.

Gejalanya, urin yang bercampur dengan darah, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, aliran urin tidak lancar, sulit atau jarang buang air kecil, punggung dan kaki terasa nyeri seperti radang sendi (arthritis), dan tulang terasa ngilu. Beberapa gejala ini bisa disebabkan oleh perubahan yang non kanker seperti infeksi atau pembesaran prostat.

Pada tahap awal, kanker prostat biasanya menimbulkan beberapa gejala, oleh karenanya dianjurkan bagi pria usia 40 tahun ke atas melakukan pemeriksaan prostat secara teratur setiap tahun.


Kanker Testis

Testis adalah dua organ kecil berbentuk oval yang terdapat dalam skrotum (kantong kulit yang menggantung di penis). Secara normal, testis akan turun ke dalam skrotum saat bayi lahir atau berusia satu tahun.

Ketika penyebabnya belum diketahui secara pasti, kanker testis biasanya lebih sering terjadi pada pria yang terlambat mengalami penurunan testis. Kanker testis lebih sering dialami pria usia 15-34 tahun, tetapi juga bisa dialami oleh pria segala usia.

Gejala awal ditandai dengan rasa nyeri pada skrotum (perut bagian bawah), sedikit pembesaran pada testis, atau adanya benjolan kecil yang tidak terasa sakit pada testis. Terapi kanker ini adalah dengan operasi pengangkatan testis yang terkena, dan mungkin memerlukan kemoterapi atau terapi radiasi.

No comments:

Post a Comment