Friday, 24 October 2008

Cairan Putih Sumber Kesehatan


Susu

Di mata masyarakat Indonesia, susu awalnya dikenal sebagai minuman eksklusif, yang setelah secara tidak langsung diperkenalkan oleh Belanda. Susu pada zaman itu relatif hanya dikonsumsi oleh masyarakat golongan berpunya saja. Padahal, si putih ini tak hanya berperan bagi kesehatan tulang dan gigi, tapi juga baik untuk mencegah penyakit jantung.

Sejak awal tahun 1950-an, Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poorwo Sudarmo mencetuskan konsep Empat Sehat Lima Sempurna, memasukkan susu sebagai penyempurna konsumsi gizi yang diperlukan oleh tubuh sehari-hari. Sejak itu kesan eksklusif itu pun mulai bergeser.

Susu memang merupakan makanan alami yang dapat dijadikan sumber nutrisi sekaligus pelengkap pola makan sehat seimbang. Pola gizi seimbang inilah yang kini dianggap lebih ideal untuk mendapatkan tubuh sehat.

Cairan putih ini merupakan sumber kalsium dan fosfor yang sangat penting untuk pembentukan tulang. Itulah sebabnya sumber nutrisi dari susu tak hanya baik bagi terpeliharanya kebugaran tubuh, tapi juga kesehatan tulang.Tampaknya siapa pun perlu memperkenalkan susu kepada tubuhnya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan Bristol University selama 25 tahun, membuahkan hasil bahwa: susu dapat melindungi penyakit jantung, kanker dan stroke. Penelitian yang melibatkan 5.700 responden pria Skotlandia dengan usia 35 dan 64 tahun ditemukan: Mereka yang minum satu liter susu per hari, 8 persen kecil kemungkinan berkembang penyakit jantung dibanding mereka yang minum kurang dari satu liter.

Susu adalah minuman yang sangat menyehatkan. Kandungan gizinya terhitung lengkap dalam susu bermutu baik. Protein dan lemak susu memiliki sifat ketecernaan yang tinggi. Kandungan vitamin (A dan D), kalsium, fosfor, protein dan mineral susu, juga relatif lengkap.

Susu kedelai yang mengandung Asam Amino Glisin dan Asam Amino Arginin, mampu menjaga keseimbangan Hormon Insulin. Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari penyakit Diabetes Melitus (DM). Penyakit DM, muncul karena tubuh kekurangan insulin yang mengakibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan elektrolit.

Saat ini ada sekitar 230 juta penderita Diabetes Melitus di seluruh dunia dan diperkirakan meningkat menjadi 350 juta pada tahun 2025. Setiap tahun, ada enam juta penyandang diabetes baru di dunia. Para peneliti dari Universitas Cardiff, Inggris, setelah melakukan studi selama 20 tahun menyatakan, bila seseorang mengonsumsi susu dan produk olahannya setiap hari, akan mengurangi sindrom metabolik (kumpulan gejala penyakit kardiovaskular, termasuk diabetes).

Penelitian yang melibatkan 2.375 pria yang berusia antara 45-59 tahun dengan kondisi 15 persennya menderita gejala metabolik sindrom. Seperti: kadar gula darah tinggi, kegemukan dan hipertensi. 20 tahun kemudian, para responden dicek kembali dan diminta mengisi kuesioner tentang kondisi kesehatan tubuhnya. Salah satu isi pertanyaannya adalah, seberapa banyak susu atau produk olahan susu yang mereka konsumsi setiap harinya.

Jawaban responden yang minum segelas susu atau lebih setiap harinya, sindrom metaboliknya berkurang hingga 62 persen. Sedangkan yang hanya mengonsumsi produk olahan susu, berkurang 56 persen. Hal ini membuktikan, semakin banyak jumlah susu yang diminum, makin sedikit risikonya terkena penyakit.

Selain segelas susu, sebaiknya menjalankan pola hidup sehat. Carannya, menghindari faktor-faktor risiko penyebab timbulnya penyakit jantung seperti: merokok, konsumsi makanan berlemak dan olahraga tidak teratur, hingga stress.

No comments:

Post a Comment