Bvlgari
Bila Anda penggemar atau pengamat perhiasan, mustahil tak mengenal Bvlgari. Kehebatannya mengolah sebuah perhiasan dengan ciamik, rupanya diturunkan kepada Sotirio Bvlgari dari nenek moyangnya yang memang keluarga perajin perak asal Yunani. Tepatnya di sebuah desa kecil bernama Epirus.
Bvlgari yang lahir 1857 di Yunani, diusianya 22 tahun memutuskan untuk hijrah ke Roma Italia. Berbekal keahliannya mengolah perak menjadi sebuah perhiasan yang sedap dipandang mata saat menempel di tubuh, ia berjualan perak di Trinita dei Monti. Pada 1884 ia membuka toko pertama di via Sistina di Roma. Dan tahun 1905, ia dibantu puteranya, Constantino dan Giorgio, membuka toko di via Condotti yang hingga kini menjadi toko utama Bvlgari.
Constantino dan Giorgio, sepanjang dekade pertama abad ke-20, sangat bergairah untuk mempelajari seluk beluk bisnis sang ayah dan mengolah batu-batu berharga dan perhiasan. Secara bertahap, akhirnya mereka berdua mampu mengambil alih peran sang ayah.
Setelah Sotirio wafat pada 1932, kedua putranya mewarisi total bisnis sang ayah. Setelah mengetahui seluk-beluk bisnis perhiasan inilah, mereka mengembangkan gaya Bvlgari yang dikenal hingga saat ini.
Untuk memperkuat dan mempertajam pasarnya, dua bersaudara ini belajar keras sejarah seni Italia. Tujuannya, bagaimana bisa menghidupkan kembali gaya Renaissance Italia. Hasil karya kreasi mereka berdua begitu kaya dengan beragam bentuk geometri. Dan dalam koleksinya, kedua anak Bvlgari ini sangat mengandalkan batu-batu berwarna untuk perhiasan. Akhirnya Constantino dan Giorgio memutuskan untuk mengambil jalur klasik dan terus mengembangkan ini.
Walau mereka berdua memulai bisnisnya di seputar barang antik dan perhiasan perak, tapi dengan cepat mereka mengembangkan produknya hingga merambah ke obyek seni, ukiran permata, dan kotak-kotak tembakau. Dengan cita rasa yang baik dan pengetahuan luas di bidangnya, Contantino dan Giorgio berhasil menyedot perhatian publik dan terbilang lihai dalam bisnisnya.
Seiring dengan perjalanan waktu, banyak hal yang telah berubah. Namun, filosofi Bvlgari untuk berkreasi yang lahir dari inovasi bentuk dan desain serta menekankan pada gaya dan mode tetap tidak berubah. (Haris Maryasno. Sudah dipublikasikan di Majalah Prioritas BCA-2007)
Bila Anda penggemar atau pengamat perhiasan, mustahil tak mengenal Bvlgari. Kehebatannya mengolah sebuah perhiasan dengan ciamik, rupanya diturunkan kepada Sotirio Bvlgari dari nenek moyangnya yang memang keluarga perajin perak asal Yunani. Tepatnya di sebuah desa kecil bernama Epirus.
Bvlgari yang lahir 1857 di Yunani, diusianya 22 tahun memutuskan untuk hijrah ke Roma Italia. Berbekal keahliannya mengolah perak menjadi sebuah perhiasan yang sedap dipandang mata saat menempel di tubuh, ia berjualan perak di Trinita dei Monti. Pada 1884 ia membuka toko pertama di via Sistina di Roma. Dan tahun 1905, ia dibantu puteranya, Constantino dan Giorgio, membuka toko di via Condotti yang hingga kini menjadi toko utama Bvlgari.
Constantino dan Giorgio, sepanjang dekade pertama abad ke-20, sangat bergairah untuk mempelajari seluk beluk bisnis sang ayah dan mengolah batu-batu berharga dan perhiasan. Secara bertahap, akhirnya mereka berdua mampu mengambil alih peran sang ayah.
Setelah Sotirio wafat pada 1932, kedua putranya mewarisi total bisnis sang ayah. Setelah mengetahui seluk-beluk bisnis perhiasan inilah, mereka mengembangkan gaya Bvlgari yang dikenal hingga saat ini.
Untuk memperkuat dan mempertajam pasarnya, dua bersaudara ini belajar keras sejarah seni Italia. Tujuannya, bagaimana bisa menghidupkan kembali gaya Renaissance Italia. Hasil karya kreasi mereka berdua begitu kaya dengan beragam bentuk geometri. Dan dalam koleksinya, kedua anak Bvlgari ini sangat mengandalkan batu-batu berwarna untuk perhiasan. Akhirnya Constantino dan Giorgio memutuskan untuk mengambil jalur klasik dan terus mengembangkan ini.
Walau mereka berdua memulai bisnisnya di seputar barang antik dan perhiasan perak, tapi dengan cepat mereka mengembangkan produknya hingga merambah ke obyek seni, ukiran permata, dan kotak-kotak tembakau. Dengan cita rasa yang baik dan pengetahuan luas di bidangnya, Contantino dan Giorgio berhasil menyedot perhatian publik dan terbilang lihai dalam bisnisnya.
Seiring dengan perjalanan waktu, banyak hal yang telah berubah. Namun, filosofi Bvlgari untuk berkreasi yang lahir dari inovasi bentuk dan desain serta menekankan pada gaya dan mode tetap tidak berubah. (Haris Maryasno. Sudah dipublikasikan di Majalah Prioritas BCA-2007)
No comments:
Post a Comment