
Klinik Diabetes Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk
Diabates Mellitus adalah keadaan hiperglikemik yang disebabkan oleh kekurangan insulin yang dihasilkan oleh sel beta pancreas sehingga menimbulkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
Seseorang disebut Diabatisi atau menderita diabetes apabila pada pemeriksaan kadar gula darah puasanya melebihi angka 126 mg % atau dua kali berturut-turut pemeriksaan gula darah 2 jam sesudah makan angka yang didapati melebihi 180 mg %.
Ciri atau gejalanya yang sering ditemukan adalah banyak kencing yang merupakan usaha badan, diikuti banyak minum dan banyak makan. Disebut dengan ‘3 P “ yaitu Poliuri ( banyak kencing ), polidipsi ( banyak minum ) dan poli pagi ( banyak makan ) disertai dengan penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya. Gejala lain merupakan komplikasi karena kadar gula darah yang tinggi yang dapat merusak pembuluh darah besar ataupun kecil misalnya luka yang tidak sembuh, lemas, lesu, mengantuk.
Penyebab diabetes tergantung jenis atau tipe diabetes yang terjadi. Ada 4 tipe diabetes yaitu Tipe 1, Tipe 2, Tipe 3, dan Tipe 4. Tipe 1 disebabkan proses yang disebut autoimun dimana tubuh menghasilkan zat antibody yang merusak pancreas. Tipe 2 disebabkan karena adanya kombinasi faktor genetickdan faktor lingkungan yang menyebabkan kerusakan pancreas ( tidak total ) dan adanya resistensi insulin. Tipe 3 disebabkan karena factor-faktor lain yang lebih kompleks seperti gangguan genetic, pengaruh obat-obatan, rusaknya pancreas karena penyakit lain. Tipe 4 adalah diabetes yang terjadi pada wanita yang sedang hamil.
Untuk mencegah problem yang ditimbulkan oleh diabetes yang perlu dilakukan adalah menjaga lemak dan kolesterol dalam kondisi yang terkontrol. Keadaan dimana nilai lemak darah kita diatas normal ternyata dapat menyebabkan serangan penyakit jantung dan stroke. Untuk kebanyakan pasien pengobatan terhadap kadar lemak diatas normal mencakup juga perubahan pola hidup seperti memilih makanan dengan bijak serta juga menjaganya dengan minum obat-obatan.
Ada beberapa jenis lemak dalam darah kita dan mempunyai efek yang berbeda terhadap kesehatan kita yaitu:
Ciri atau gejalanya yang sering ditemukan adalah banyak kencing yang merupakan usaha badan, diikuti banyak minum dan banyak makan. Disebut dengan ‘3 P “ yaitu Poliuri ( banyak kencing ), polidipsi ( banyak minum ) dan poli pagi ( banyak makan ) disertai dengan penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya. Gejala lain merupakan komplikasi karena kadar gula darah yang tinggi yang dapat merusak pembuluh darah besar ataupun kecil misalnya luka yang tidak sembuh, lemas, lesu, mengantuk.
Penyebab diabetes tergantung jenis atau tipe diabetes yang terjadi. Ada 4 tipe diabetes yaitu Tipe 1, Tipe 2, Tipe 3, dan Tipe 4. Tipe 1 disebabkan proses yang disebut autoimun dimana tubuh menghasilkan zat antibody yang merusak pancreas. Tipe 2 disebabkan karena adanya kombinasi faktor genetickdan faktor lingkungan yang menyebabkan kerusakan pancreas ( tidak total ) dan adanya resistensi insulin. Tipe 3 disebabkan karena factor-faktor lain yang lebih kompleks seperti gangguan genetic, pengaruh obat-obatan, rusaknya pancreas karena penyakit lain. Tipe 4 adalah diabetes yang terjadi pada wanita yang sedang hamil.
Untuk mencegah problem yang ditimbulkan oleh diabetes yang perlu dilakukan adalah menjaga lemak dan kolesterol dalam kondisi yang terkontrol. Keadaan dimana nilai lemak darah kita diatas normal ternyata dapat menyebabkan serangan penyakit jantung dan stroke. Untuk kebanyakan pasien pengobatan terhadap kadar lemak diatas normal mencakup juga perubahan pola hidup seperti memilih makanan dengan bijak serta juga menjaganya dengan minum obat-obatan.
Ada beberapa jenis lemak dalam darah kita dan mempunyai efek yang berbeda terhadap kesehatan kita yaitu:
• Kolesterol LDL sering disebut kolesterol jahat. Lemak jenis ini sering membuat pembuluh darah kita
menyempit sehingga terjadi serangan stroke.
menyempit sehingga terjadi serangan stroke.
• Kolesterol HDL sering disebut kolesterol yang baik, ternyata dapat membuang deposit lemak yang
terdapat didalam pembuluh darah kita.
terdapat didalam pembuluh darah kita.
• Trigliserida, bentuk lain dari lemak dimana bila angkanya tinggi akan meningkatkan resiko terkena serangan
penyakit jantung atau stroke.
Bagaimana diabetes berpengaruh terhadap lemak darah?
penyakit jantung atau stroke.
Bagaimana diabetes berpengaruh terhadap lemak darah?
Penderita diabetes sering bermasalah dengan lemak darah mereka. Kolesterol darah sering terlalu sedikit dan trigliserida terlalu tinggi. Juga partikel LDL sering menjadi kecil dan padat yang dapat sangat berbahaya untuk pembuluh darah. Kombinasi ini akan meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Dengan menjaga nilai kolesterol darah kita sesuai target akan membantu kita terhindar dari serangan penyakit.
Kita tidak akan pernah mengetahui kadar lemak darah kita sesuai target yang berbahaya bila kita tidak memeriksakan darah kita ke laboratorium. Sebaiknya memeriksakan darah minimal sekali minimal dalam setahun dan beberapa kasus kadang –kadang membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering.
Bagaimana Pola hidup yang benar?
Perubahan pola hidup sangat membantu pengontrolan gula darah dan kadar lemak maupun tekanan darah kita. Bila kadar lemak darah kita tidak sesuai sasaran segeralah memuali pengobatan dengan merubah pola hidup kita.
Kita tidak akan pernah mengetahui kadar lemak darah kita sesuai target yang berbahaya bila kita tidak memeriksakan darah kita ke laboratorium. Sebaiknya memeriksakan darah minimal sekali minimal dalam setahun dan beberapa kasus kadang –kadang membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering.
Bagaimana Pola hidup yang benar?
Perubahan pola hidup sangat membantu pengontrolan gula darah dan kadar lemak maupun tekanan darah kita. Bila kadar lemak darah kita tidak sesuai sasaran segeralah memuali pengobatan dengan merubah pola hidup kita.
Ada beberapa pilihan dalam memulai hidup yang lebih sehat:
• Memilih makanan dengan bijak
Makan makanan yang kurang berminyak terutama lemak jenuh.
Memilih makan daging yang tak berlemak
Memilih makanan yang rendah lemak atau produk susu bebas lemak
Mengurangi makanan yang tingi kolesterol
Memilih minyak yang bisa melindungi jantung seperti minyak olive
Makan ikan 2 atau 3 kali seminggu, terutama yang mengandung minyak pelindung jantung
Makan makanan yang kurang berminyak terutama lemak jenuh.
Memilih makan daging yang tak berlemak
Memilih makanan yang rendah lemak atau produk susu bebas lemak
Mengurangi makanan yang tingi kolesterol
Memilih minyak yang bisa melindungi jantung seperti minyak olive
Makan ikan 2 atau 3 kali seminggu, terutama yang mengandung minyak pelindung jantung
• Menurunkan berat badan atau mencegah kegemukan
Mengurangi konsumsi kalori dan lemak
Mencoba menjadi lebih efektif secara fisik dan memulainya dengan berkonsultasi dengan dokter lebih
dahulu, mencoba latihan total 30 menit aerobik tiap hari dan kalau perlu memulainya dengan hanya lima
menit perhari dan meningkatkan waktunya sedikit demi sedikit.
dahulu, mencoba latihan total 30 menit aerobik tiap hari dan kalau perlu memulainya dengan hanya lima
menit perhari dan meningkatkan waktunya sedikit demi sedikit.
• Berhati-hati dengan alcohol
Mendiskusikan dengan dokter mengenai kemungkinan bisa atau tidak minum alcohol.
Bila harus minum alcohol, membatasinya dengan minum 1 gelas ( untuk wanita ) atau 2 gelas ( untuk pria )
setiap hari.
setiap hari.
• Berhenti merokok
Membicarakan dengan dokter tentang metode yang bisa membantu meninggalkan kebiasaan merokok.
• Mencapai sasaran kadar gula darah
Mencoba membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan trigliserida dengan menjaga gula darah dalam
batas normal yang diinginkan dengan cara melakukan perencanaan makan, latihan fisik atau olahraga dan
obat-obatan.
Mencoba membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan trigliserida dengan menjaga gula darah dalam
batas normal yang diinginkan dengan cara melakukan perencanaan makan, latihan fisik atau olahraga dan
obat-obatan.
Pengobatan
Ada beberapa obat yang saat ini tersedia. Tidak semua orang bisa minum obat yang sama untuk mengontrol kadar lemaknya. Obat yang kita konsumsi tergantung banyak faktor termasuk jenis lemak yang akan kita turunkan, penyakit lain yang menyertai ataupun juga harga obat. Perubahan pola hidup sangat membantu kita mencapai sasaran. Untuk itu perlu berkonsultasi dengan dokter spesilis agar segera bisa mengetahui apakah Anda terkena diabetes atau tidak?
No comments:
Post a Comment