Friday, 24 October 2008

Mendulang Uang di Dunia Maya


Bisnis e-Commerce

Bisnis online memang punya banyak kelebihan. Target marketnya tak terbatas, 24 jam sehari, serta dapat bisa menjalankan bisnis di mana pun berada sepanjang terhubung dengan internet. Lalu, para bagaimana para pedagang tanah abang memanfaatkan e-commerce untuk bangkit setelah pembakaran? 
Terbakarnya pasar Tanah Abang tahun 2003 silam, nyaris penghasilan para saudagar drastis menurun. Tapi naluri bisnis tak bisa berhenti. Ada saja jalan yang dilakukan untuk meraih penghasilan meski tempat untuk berdagang tak lagi dimiliki, kala itu. Bisnis e-commerce menjadi alternatif jualan. Mengapa hal ini dibidiknya? Karena para pedagang sudah terbiasa dengan transaksi perbankan yang real time online. Baik melalui ATM, internet atau mobile banking.
Pada awalnya tak banyak orang yang percaya bagaimana bisa internet dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Tetapi memang kenyataannya, teknologi internet memang tak hanya merevolusi cara berkomunikasi antar manusia di berbagai belahan bumi, namun juga merevolusi cara manusia bekerja dan menghasilkan uang.
Usaha tanpa modal adalah sesuatu hal yang tidak mungkin dalam bisnis. Begitu pula dalam bisnis via internet. Paling tidak biaya ke warnet, tenaga yang anda keluarkan untuk bekerja online dan biaya pendaftaran merupakan modal awalnya. Semakin bekerja keras maka semakin besar pula hasil yang akan Anda peroleh. Masuk akal bukan?
Ini seperti yang dilakukan tiga orang calon pengusaha sukses di dunia maya yaitu: Hasan Basri, Purwoko Widodo dan Khairul Yanis. Ketiga orang ini membuat situs GrosirTanahAbang.Com yang merupakan nama kelompok usaha dan juga toko grosir pakaian di Metro Tanah Abang (Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Lt 4 Blok A No. 128 Tanah Abang - Jakarta Pusat).
Menurut Hasan Basri, GrosirTanahAbang.com. yang berdiri Februari 2006, hampir dipastikan dari nol. Bagaimana tidak murah, untuk menyewa nama domain situs, cukup Rp 150 ribu/tahun. Adapun hosting-nya Rp 50 ribu/bulan untuk kapasitas 100 MB. Biaya operasional per bulan tak kurang dari Rp1 juta. 
Soal keuntungan yang diperoleh, ia tak menjawabnya. Yang pasti jualan secara online ini berlangsung selama 24 melalui email atau mengirimkan pesan singkat (SMS) melalui nomor handphone yang sudah disediakan. Tak heran, bila dalam sebulan Hasan sudah bisa meraih keuntungan. Dimata Hasan, untuk bisa sukses bisnis online dibutuhkan saling kepercayaan antara dirinya dengan pedagang dan pembeli..
“Pokoknya, uang muka pembeli, kita setorkan ke pedagang. Sisanya, setelah barang terkirim 3-4 hari untuk pulau Jawa. Dan 5-7 hari di luar luar jawa,” ungkap Hasan yang selalu menyiapkan katalog secara online, dan di update setiap saat dibandingkan sistem brosur yang harus menunggu kiriman atau datang langsung yang tidak memungkinkan bagi pembeli di daerah.
Hasan dan kawan-kawannya yang membidik segmen pedagang grosir daerah, menjual jaket (75%), kaus dan kemeja dengan harga bervariasi. Tak heran, bila ia setiap harinya disibuki 20-an lebih pelanggan setianya. “Dua puluh orang pembeli terbesar saja, kami sudah sibuk. Lainnya adalah bonus dan calon pelanggan potensial kami,” ujarnya bangga.
Nama lain yang juga sukses berdagang grosir via ranah internet adalah Irwanto Jo, pemilik situs Tanah-Abang.com. Situs ini menjual pakaian wanita dari jenis kaus, jaket, manset, rajut, jins, busana Muslim dan baju tidur. Menurut Irwanto, usaha onlinenya ini bermula dari keisengannya membantu penjualan toko miliknya tahun 2002. Akan tetapi melihat prospek bisnis yang baik dimasa mendatang, sejak pertengahan tahun 2006 segera ditangani secara serius dengan menambah investasi, enam investasi, karyawan dan produk yang lebih bervariasi. “Untuk bisa Break even perhari adalah 8 lusin. Atau membeli secara online perhari sekitar 40 orang,” ujar Irwanto yang sudah bisa kembali modal usahanya ini dalam tempo enam bulan lamanya.
Situs tanah-abang.com yang memiliki target pasar para retailer dan pemakai langsung, menggunakan sistem pembayaran melalui bank, setelah pembeli mengisi formulir order minimal 6 potong per item. “60% pembayaran melalui BCA. Setelah itu, pesanan kirim selama 1-4 hari,” ungkap Irwanto yang menerima pesanan barang dari seluruh penjuru Indonesia dan negara-negara tetangga. Soal barang-barang rusak dalam pengiriman ke pemesan, Hasan dan Irwanto sama-sama bersepakat akan menggantinya.
Bicara produk pakaian yang dijual Irwanto cukup bervariasi meski ratusan item jumlahnya. Pasalnya, hampir setiap hari selalu ia perbarharui. Soal keuntungan dari penjualan produk, ia hanya mengambil margin harga yang sudah sedikit dinaikkan dari modalnya. “Pembeli membayar ke kita secara kontan dan kita membayar kepada supplier sebagian besar(60%) secara kontan. Sisanya kita lunasi dalam waktu 1 bulan,” kata Irwanto yang menggunakan jasa pengiriman barang dengan, Tiki dan Adam, Pos dll.
Bila diamati, mereka yang sukses memang menjaga kualitas produk dan delivery-nya, sehingga order via online benar-benar dipenuhi dengan spesifikasi yang diminta. Termasuk, memberikan garansi bila barang kiriman cacat. Selain itu, mereka cukup rajin mempromosikan produk dan situsnya.
Dan tak lupa perkembangan bisnis secara e-commerce didukung oleh kemudahan pembayaran secara real time online. Karena hal ini menambah kepercayaan para pedagang sebelum melakukan pengiriman barang. Nah, siapa lagi mau menyusul berdagang secara online seperti mereka?
Haris Maryasno (Tulisan ini sudah di muat di Majalah Prioritas BCA 2007)

No comments:

Post a Comment