
Musik Klasik
Tidak mudah untuk mengerti musik klasik. Dibutuhkan kedalaman pemaknaan, meski tak jarang jenis musik ini hadir dengan format sederhana.
Musik klasik dianggap sebagai jenis musik yang memiliki keindahan tersendiri. Baik dari sisi harmoni maupun komposisinya. Musik jenis ini juga mempunyai sifat yang abadi. Karena sejak pertama kali hadir dan diperdengarkan, dia tetap setia pada warna aslinya meski selalu terbuka pada suatu perubahan.
Musik klasik adalah musik yang membangkitkan inspirasi dan memberikan relaksasi. Alunan nada musik satu ini, selalu mengisi ruang di Opera House yang dihadiri kalangan Aristokrat. Tapi saat ini, mendengarkan dan menikmati musik klasik tidak harus di Opera House dan juga tidak hanya untuk kalangan Aristokrat. Dimana pun dan siapa pun bisa menikmati musik klasik.
Menurut sejarahnya, musik kelas bangsawan ini mulai berkembang dan menenemukan “dirinya” pada zaman Renaisans (tahun 1450-1600). Sebagai sebuah titik awal untuk berproses, musik klasik sedikit terhambat kemajuannya. Pada masa itu terbukti tak terlampau memberi pengaruh dan perubahan besar pada karya-karya komponis di era ini. Ciri-ciri masa "Renaisans" hanya bisa ditangkap secara bertahap.
Baru pada zaman Barok (Baroque tahun 1600 dan 1750), musik klasik mulai mengalami pendewasaan. Zaman ini berlangsung sesudah era Renaisans dan sebelum zaman klasik. Kata Barok yang berarti "mutiara yang tidak berbentuk wajar", memberi influence besar pada perkembangan semua aliran seni yang ada.
Belum ditemukannya piano pada masa itu, menjadi sedikit benturan pada bentuk musik yang dihasilkan. Sehingga komposisi yang diciptakan lebih untuk menghasilkan hapsicord. Partitur musiknya sendiri lebih sering ditandai dengan tidak adanya iringan atau polifoni. Musik klasik pada zaman Barok secara umum hanya mencerminkan satu jenis emosi dan jarang mempunyai modulasi atau rubato.
Masa kejayaan musik klasik berlangsung pada abad 18 hingga awal abad ke-19. Pada masa itu, lahirlah seorang komponis jenius yaitu: Wolfgang Amadeus Mozart. Ia dianggap sebagai salah satu komponis musik klasik eropa yang memiliki peranan penting dalam sejarah musik aristokrat ini secara keseluruhan. Kemampuan Mozart dalam menampilkan karyanya, dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik di zamannya hingga sekarang.
Memasuki era romantik, musik klasik mendapat ruang berbeda dari seni yang lain. Musik zaman Romantik seringkali dikaitkan dengan Gerakan Romantik pada sastra, seni, dan filsafat. Komponis–komponis seperti Franz Schubert, Johann Strauss, Sr., Felix Mendelssohn, Frédéric Chopin, Robert Schumann, Richard Wagner, Giuseppe Verdi, Hector Berlioz, dan Johannes Brahms, membawa musik klasik pada fase yang paling terbuka.
Di era modern dengan genre musik yang kian beragam, komposisi klasik seringkali dihadirkan dengan “rasa” berbeda. Komposisi baru ini dikenal dengan nama Crossover, sebagai hasil “perkawinan” antara musik klasik dengan modern. Banyak yang mengapresiasi gaya klasik baru ini, namun tidak sedikit pula yang menentangnya. Terlepas dari perdebatan di atas, sesungguhnya musik klasik merupakan karya yang mampu bertahan selama berabad-abad dalam ruang yang tak pernah sama.
Maxim Mrvica
Di era modern, pianis kelahiran Šibenik, sebuah kota di pesisir pantai Adriatic, Kroasia ini, dianggap sebagai sosok yang mampu membawa musik klasik pada level berbeda. Maxim Mrvica, salah satu musisi klasik yang cukup dikenal, mulai mengenal piano ketika dirinya berumur sembilan dengan bimbingan seorang profesor bernama Marija Sekso. Dan pada usia yang sama, Maxim sudah tampil di depan publik untuk pertama kalinya. Tiga tahun kemudian Maxim menggelar konser bertajuk Haydn’s Piano Concerto in C major sekaligus menandai kiprahnya di dunia musik. Ketika perang berkecamuk tahun 1990 di negaranya, Maxim sama sekali tidak terpengaruh. Atas bimbingan gurunya, Maximtetap intens mengasah kemampuan bermusiknya.
Karya musisi Classical Crossover/Techno-Classical ini mulai dikenal luas semenjak dirinya merilis album The Piano Player tahun 2003 silam. Pada album tersebut, Maxim memberikan sentuhan baru dan berbeda pada lagu-lagu klasik ciptaan Handel dan Chopin. Album The Piano Player sendiri mencatat sukses besar khususnya di kawasan Asia. Di Singapura, Malaysia, Indonesia dan China penjualan album ini masuk kategori Gold Album. Sedangkan di Taiwan dan negerinya sendiri, album tersebut mampu menembus penjuaalan Platinum dan Double Paltinum di Hongkong.
Album
1999 – Gestures (Lisinski Studios)
2003 – The Piano Player (EMI)
2004 – Variations Part I&II (EMI)
2005 – A New World (EMI)
2006 – Electrik (EMI)
Musik klasik dianggap sebagai jenis musik yang memiliki keindahan tersendiri. Baik dari sisi harmoni maupun komposisinya. Musik jenis ini juga mempunyai sifat yang abadi. Karena sejak pertama kali hadir dan diperdengarkan, dia tetap setia pada warna aslinya meski selalu terbuka pada suatu perubahan.
Musik klasik adalah musik yang membangkitkan inspirasi dan memberikan relaksasi. Alunan nada musik satu ini, selalu mengisi ruang di Opera House yang dihadiri kalangan Aristokrat. Tapi saat ini, mendengarkan dan menikmati musik klasik tidak harus di Opera House dan juga tidak hanya untuk kalangan Aristokrat. Dimana pun dan siapa pun bisa menikmati musik klasik.
Menurut sejarahnya, musik kelas bangsawan ini mulai berkembang dan menenemukan “dirinya” pada zaman Renaisans (tahun 1450-1600). Sebagai sebuah titik awal untuk berproses, musik klasik sedikit terhambat kemajuannya. Pada masa itu terbukti tak terlampau memberi pengaruh dan perubahan besar pada karya-karya komponis di era ini. Ciri-ciri masa "Renaisans" hanya bisa ditangkap secara bertahap.
Baru pada zaman Barok (Baroque tahun 1600 dan 1750), musik klasik mulai mengalami pendewasaan. Zaman ini berlangsung sesudah era Renaisans dan sebelum zaman klasik. Kata Barok yang berarti "mutiara yang tidak berbentuk wajar", memberi influence besar pada perkembangan semua aliran seni yang ada.
Belum ditemukannya piano pada masa itu, menjadi sedikit benturan pada bentuk musik yang dihasilkan. Sehingga komposisi yang diciptakan lebih untuk menghasilkan hapsicord. Partitur musiknya sendiri lebih sering ditandai dengan tidak adanya iringan atau polifoni. Musik klasik pada zaman Barok secara umum hanya mencerminkan satu jenis emosi dan jarang mempunyai modulasi atau rubato.
Masa kejayaan musik klasik berlangsung pada abad 18 hingga awal abad ke-19. Pada masa itu, lahirlah seorang komponis jenius yaitu: Wolfgang Amadeus Mozart. Ia dianggap sebagai salah satu komponis musik klasik eropa yang memiliki peranan penting dalam sejarah musik aristokrat ini secara keseluruhan. Kemampuan Mozart dalam menampilkan karyanya, dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik di zamannya hingga sekarang.
Memasuki era romantik, musik klasik mendapat ruang berbeda dari seni yang lain. Musik zaman Romantik seringkali dikaitkan dengan Gerakan Romantik pada sastra, seni, dan filsafat. Komponis–komponis seperti Franz Schubert, Johann Strauss, Sr., Felix Mendelssohn, Frédéric Chopin, Robert Schumann, Richard Wagner, Giuseppe Verdi, Hector Berlioz, dan Johannes Brahms, membawa musik klasik pada fase yang paling terbuka.
Di era modern dengan genre musik yang kian beragam, komposisi klasik seringkali dihadirkan dengan “rasa” berbeda. Komposisi baru ini dikenal dengan nama Crossover, sebagai hasil “perkawinan” antara musik klasik dengan modern. Banyak yang mengapresiasi gaya klasik baru ini, namun tidak sedikit pula yang menentangnya. Terlepas dari perdebatan di atas, sesungguhnya musik klasik merupakan karya yang mampu bertahan selama berabad-abad dalam ruang yang tak pernah sama.
Maxim Mrvica
Di era modern, pianis kelahiran Šibenik, sebuah kota di pesisir pantai Adriatic, Kroasia ini, dianggap sebagai sosok yang mampu membawa musik klasik pada level berbeda. Maxim Mrvica, salah satu musisi klasik yang cukup dikenal, mulai mengenal piano ketika dirinya berumur sembilan dengan bimbingan seorang profesor bernama Marija Sekso. Dan pada usia yang sama, Maxim sudah tampil di depan publik untuk pertama kalinya. Tiga tahun kemudian Maxim menggelar konser bertajuk Haydn’s Piano Concerto in C major sekaligus menandai kiprahnya di dunia musik. Ketika perang berkecamuk tahun 1990 di negaranya, Maxim sama sekali tidak terpengaruh. Atas bimbingan gurunya, Maximtetap intens mengasah kemampuan bermusiknya.
Karya musisi Classical Crossover/Techno-Classical ini mulai dikenal luas semenjak dirinya merilis album The Piano Player tahun 2003 silam. Pada album tersebut, Maxim memberikan sentuhan baru dan berbeda pada lagu-lagu klasik ciptaan Handel dan Chopin. Album The Piano Player sendiri mencatat sukses besar khususnya di kawasan Asia. Di Singapura, Malaysia, Indonesia dan China penjualan album ini masuk kategori Gold Album. Sedangkan di Taiwan dan negerinya sendiri, album tersebut mampu menembus penjuaalan Platinum dan Double Paltinum di Hongkong.
Album
1999 – Gestures (Lisinski Studios)
2003 – The Piano Player (EMI)
2004 – Variations Part I&II (EMI)
2005 – A New World (EMI)
2006 – Electrik (EMI)
No comments:
Post a Comment