Wednesday, 5 November 2008

“Bendera Putih” IBM

Lenovo

Perusahaan AS yang pernah monopoli dalam pasar PC, tragis ditelan Naga Cina. Perusahaan komputer jinjing ini dapat mengembangkan sayapnya di Barat agar dapat menjadi produsen PC terbesar ketiga di dunia.
Sulit memang membayangkan sebuah perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 1911 mengkonverjensikan diri dengan perusahaan baru yang memiliki semangat disebut Lian Xiang (Gabungan Pemikiran) yang menjadi logo Lenovo.
Tanggal 27 Januari 2007 lalu, IBM dan Lenovo mengumumkan aliansi kedua perusahaan tersebut untuk membentuk perusahaan produsen komputer terbesar ketiga di dunia. Lenovo akan memproduksi komputer untuk pasar dunia dengan brand IBM sebagai upaya untuk bersaing dengan Dell dan Hewlett-Packard (HP).
Kesepakatan definitif tersebut, menyisakan kepemilikan IBM di Lenovo sebesar 18,9 persen. Lenovo mengakuisisi Divisi PC IBM senilai 1,75 miliar dollar AS. Terdiri atas 650 juta dollar tunai dan 600 juta dollar dalam bentuk saham Lenovo Group. Selain itu, Lenovo akan menanggung kurang lebih 500 juta dollar dari piutang saldo neraca bersih yang dimiliki IBM.
Lenovo-IBM adalah sesuatu yang baru dan unik, sekaligus mencerminkan fenomena globalisasi yang terus bekerja. Dan keunikan pada teknologi komunikasi informasi biasanya menghasilkan beberapa kejutan. Biasanya.
Lenovo Group Limited, sebelumnya dikenal dengan nama Legend Group, adalah produsen PC terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Pada 2004, Lenovo adalah produsen PC terbesar kedelapan di dunia. Lenovo juga menjual server, komputer genggam, perangkat pencitraan, dan telepon genggam. Selain itu, Lenovo juga menyediakan integrasi teknologi informasi dan jasa dukungan kepadanya. Unit QDI nya menawarkan produksi secara kontrak.
Pengambil alihan ini diharapkan akan membuat Lenovo dapat mengembangkan sayapnya di Barat agar dapat menjadi produsen PC terbesar ketiga di dunia.
Lenovo berusaha keras agar mereka mereka dikenal di dunia internasional. Sementara itu, IBM akan bisa mengkonsentrasikan diri ke bisnis lain yang lebih menguntungkan. Penjualan ini akan memberikan dana segar 650 juta dolar untuk IBM, dan juga saham 18,9 persen di Lenovo yang bernilai 600m juta dolar.
Pembelian ini akan memberikan kesempatan kepada industri Cina ini untuk masuk ke pasar internasional. Sesuai perjanjian, markas besar perangkat keras perusahaan itu akan dipindahkan dari Beijing ke New York, dimana terdapat juga kantor IBM.
Sekitar 10 ribu staf IBM akan pindah ke kantor baru - 2300 orang di bidang desain, pemasaran, dan penjualan di Amerika Serikat, dan sisanya di pabrik pembuatan di Cina.
Para pengamat menilai langkah tersebut sebagai langkah paling dramatik dalam pengembangan industri China. Tidak hanya menunjukkan strategi agresif yang dilakukan perusahaan China, tetapi juga kepastian langkah perusahaan China memasuki pasar global. Hal itu sekaligus menempatkan peranan penting China dalam percaturan industri komputer dunia di masa datang.
Yang Yuanking, chairman Lenovo mengatakan, "Keputusan akhir ini merupakan momentum bersejarah bagi Lenovo dan menentukan era baru industri komputer dunia. Dan, “ Strategi baru Lenovo adalah memenuhi keinginan konsumen, produk yang berkualitas, dan layanan berkelas dunia," katanya. 
(Haris Maryasno-Sudah dipublkasikan di Majalah Prioritas BCA-2007)

No comments:

Post a Comment