Wednesday, 5 November 2008

Dunia di Kaki Naga


Cina Rantau

Pertumbuhan ekonomi Cina yang kian menglobal juga bisa dirasakan dari ragam pembangunan sarana jalan yang lebar dan mulus, gedung-gedung, toko sampai gaya hidup, dsb. Luar biasa keseriusan Cina membangun ekonomi, tampak terlihat jejaknya. Para koruptor yang menganggu kinerja perekonomian, tanpa ampun ditindak tegas sampai harus dihukum mati.

Cina sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia ternyata juga menyimpan potensi sebagai negara nomor satu dalam hal perekonomian. Saat ini Cina sudah menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketiga dunia. Bank Dunia meramalkan bahwa Cina bakal menjadi nomor satu. Sejak 1994 tingkat pertumbuhan Cina mencapai 19 persen dan yang lebih mencengangkan ternyata provinsi-provinsi di pesisir Cina Selatan yang merupakan tempat asal sebagian besar Cina Rantau (Overseas Chinese) tumbuh hampir 2 kali cepatnya.

Sejarah membuktikan para Taipan yang saat ini menguasai perekonomian dunia dengan konglomerasinya adalah mereka yang leluhurnya berasal dari pesisir Cina dan bermigrasi ke berbagai penjuru dunia. Komunitas Cina Pesisir adalah: sebuah kerajaan tanpa bentuk yang terdiri atas 55 juta orang atau hanya 4 persen dari penduduk RRC, mereka menjalin diri dalam suatu sistem yang rumit dan membentuk jaringan finansial yang membuat Cina rantau tumbuh menjadi kekuatan raksaksa.

Dalam beberapa puluh tahun belakangan lebih dari 100 perusahaan besar konglomerasi muncul di Asia Tenggara, hampir seluruhnya dimiliki dan dikendalikan oleh Etnis Cina.

Bangsa Cina adalah bangsa pedagang. Tradisi itu telah mengendap di darah mereka sejak zaman Jalan Sutra. Tidak usah aneh, jika komunitas Cina di luar daratan Cina, merupakan bangsa pedagang yang hidup dengan memegang tradisi-tradisi nenek moyang. Pecinan tidak hanya ada di Indonesia, Cina Town ada dikota-kota besar di Amerika dan di berbagai tempat di Eropa.

Orang-orang bule pun suka berbelanja ke Cina Town karena pelayanannya yang bagus, barang-barang yang khas dengan harga yang bersaing. Mitos kehebatan Jepang sudah mulai sirna, dan sekarang orang dimana-mana bicara tentang kehebatan Cina, bagaikan naga yang telah bangkit.

(Haris Maryasno-sudah di publikasikan di Majalah Prioritas BCA Juli 2007)

No comments:

Post a Comment