Industri surat kabar masih tetap harus berjuang mempertahankan animo membaca dan perolehan iklan yang cenderung mendapat persaingan ketat dari pesaing-pesaing online. Laakgah seperti apa yang akan ditempuh?
Saat ini, hampir semua media cetak memiliki versi internet. Namun, hanya segelintir pembaca yang benar-benar memetik manfaat dari teknologi internet ini. Sebab, pembaca tidak mau repot membuka laptop untuk membaca koran saat transit di suatu tempat.
Percaya atau tidak, tahun 2007 ini akan hadir koran masa depan. Bentuknya setebal lembaran plastik, dapat digulung dan dimasukkan kedalam saku.
Layar dengan harga murah ini, pembaca tinggal membuka gulungannya dan download halaman-halaman koran. Layar digital ini didesain lebih mudah dibaca dibandingkan layar laptop atau telepon seluler.
Semua itu disebabkan setelah perkembangan media internet yang tak bisa dibendung. Perkembangan itulah yang harus dijawab oleh pemilik media cetak untuk melakukan atraktif dan inovatif agar tidak ditinggalkan pembacanya. Untuk mewujudkan koran digital, para ilmuwan membutuhkan waktu tiga puluh tahun untuk riset dan uji coba laboratorium. "Koran versi ini bisa menjadi pengganti nyata untuk koran versi cetak," tutur Jochen Dieckow, kepala Divisi News Media dan Riset di Ifra, asosiasi surat kabar dunia yang bermarkas di Jerman.
Beberapa penerbit koran ternama dunia sedang merencanakan pengenalan bentuk baru koran digital ke kalangan calon pembaca. Penerbit Hearst Corp di Amerika, Pearson Plc di Les Echos Paris dan harian De Tijd Belgia sedang merencanakan uji coba dengan pembaca dalam skala luas tahun ini.
Menurut para penerbit di atas, pembaca akan lebih mudah men-download seluruh edisi koran melalui jaringan internet dan ditampilkan di layar digital.
Tak terlalu sulit mengapa para pengusaha media cetak berhasrat untuk mewujudkan gagasan ini. Koran digital atau e-newspaper, justru dapat meraup beberapa keuntungan. Yakni, pertumbuhan iklan online , memangkas biaya produksi, biaya pengiriman hingga 75 persen dari biaya produksi dan dapat menjangkau pembaca di mana pun berada. (Haris Maryasno)
Saat ini, hampir semua media cetak memiliki versi internet. Namun, hanya segelintir pembaca yang benar-benar memetik manfaat dari teknologi internet ini. Sebab, pembaca tidak mau repot membuka laptop untuk membaca koran saat transit di suatu tempat.
Percaya atau tidak, tahun 2007 ini akan hadir koran masa depan. Bentuknya setebal lembaran plastik, dapat digulung dan dimasukkan kedalam saku.
Layar dengan harga murah ini, pembaca tinggal membuka gulungannya dan download halaman-halaman koran. Layar digital ini didesain lebih mudah dibaca dibandingkan layar laptop atau telepon seluler.
Semua itu disebabkan setelah perkembangan media internet yang tak bisa dibendung. Perkembangan itulah yang harus dijawab oleh pemilik media cetak untuk melakukan atraktif dan inovatif agar tidak ditinggalkan pembacanya. Untuk mewujudkan koran digital, para ilmuwan membutuhkan waktu tiga puluh tahun untuk riset dan uji coba laboratorium. "Koran versi ini bisa menjadi pengganti nyata untuk koran versi cetak," tutur Jochen Dieckow, kepala Divisi News Media dan Riset di Ifra, asosiasi surat kabar dunia yang bermarkas di Jerman.
Beberapa penerbit koran ternama dunia sedang merencanakan pengenalan bentuk baru koran digital ke kalangan calon pembaca. Penerbit Hearst Corp di Amerika, Pearson Plc di Les Echos Paris dan harian De Tijd Belgia sedang merencanakan uji coba dengan pembaca dalam skala luas tahun ini.
Menurut para penerbit di atas, pembaca akan lebih mudah men-download seluruh edisi koran melalui jaringan internet dan ditampilkan di layar digital.
Tak terlalu sulit mengapa para pengusaha media cetak berhasrat untuk mewujudkan gagasan ini. Koran digital atau e-newspaper, justru dapat meraup beberapa keuntungan. Yakni, pertumbuhan iklan online , memangkas biaya produksi, biaya pengiriman hingga 75 persen dari biaya produksi dan dapat menjangkau pembaca di mana pun berada. (Haris Maryasno)
No comments:
Post a Comment