
Penyakit Kelenjar Tiroid
Berdebar-debar, gangguan haid, lemas, dan berkeringat, benjol di sekitar leher, tanda kekurangan zat Yodium. Lantas, apa, siapa dan bagaimana penanganannya?
Istilah penyakit kelenjar tiroid mungkin tidak begitu sering sampai di telinga masyarakat Indonesia. Kecuali istilah penyakit Gondok yang memang sudah 'merakyat'. Penyakit tiroid adalah penyakit yang terjadi karena gangguan pada kelenjar tiroid atau gondok manusia. Gondok itu sendiri adalah: kelenjar dimana setiap kelenjar berfungsi mengeluarkan hormon.
Kelenjar tiroid adalah kelenjar terbesar yang didapatkan dalam tubuh manusia dan kelenjar ini berbentuk seperti: kupu-kupu, terletak di daerah leher sebelah depan pada ruas ke 2 dan ke 3 dari tenggorokan.
Ada beragam jenis kelainan penyakit tiroid. Pertama, hipertiroid. Yaitu: kelenjar gondok yang menghasilkan hormon gondok secara berlebihan. Kedua, hipotiroid. Yaitu: produk hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid menjadi berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Bila dilihat dari bentuk fisiknya, penyakit tiroid terbagi atas pembesaran kelenjar tiroid yang disebut struma (membesar secara menyeluruh). Selain itu penyakit ini juga dikenal dengan gangguan penyakit: kista tiroid, kanker tiroid dan tiroid endemik (pembesaran kelenjar yang berlebihan yang dijumpai pada penduduk daerah yang tanahnya kurang mengandung yodium).
Lantas mengapa orang bisa terserang penyakit ini? Umumnya penyakit gondok ini dikarenaan ketidak stabilan dari hormon yang dihasilkan, atau infeksi. Namun yang paling sering adalah gangguan yang disebut oto imun, dimana tubuh menghasilkan zat antibodi yang berpengaruh terhadap kelenjar gondok. Dan pengaruh ini bisa menyebabkan kekurangan ataupun kelebihan dari produksi hormon gondok.
Khusus untuk gondok endemik, gangguan disebabkan lantaran kurangnya zat yodium yang masuk kedalam tubuh. Pembesaran kelenjar gondok bisa secara menyeluruh atau berbenjol-benjol, nyeri, dan keras pada perabaan. Untuk hipertiroid seringkali diikuti kelainan mata yang disebut eksopthalmus.
Penyakit yang menyerang tanpa mengenal jenis kelamin, usia ataupun status sosial dan ekonomi, umumnya sering menyerang kaum wanita dibandingkan pria (perbandingan 4:1). Khusus penyakit gondok hipertiroid dengan mata membesar disebut penyakit Graves dengan angka genetika mencapai 79% dan sering dijumpai dalam lingkungan keluarga. Pada lansia (orang lanjut usia) sering ditemukan gejala sedikit kekurangan hormon gondok yang menyebabkan timbulnya kelesuan dan gejala sering lupa.
Untuk mengetahui terserang penyakit ini, bila terjadi pembesaran di sekitar leher. Baik dengan atau tanpa gejala yang lain dibadan kita seperti: berdebar-debar, gangguan haid, lemas, dan berkeringat. Bila benar itu terjadi, sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk memeriksakan diri. Dokter akan melakukan tindakan medis melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG) gondok, dan hormon dalam darah (hormon Free T4 dan TSH sensitif). Setelah itu, dokter spesialis endokrinologis (spesialis penyakit dalam khusus menangani gangguan hormon) melakukan pemeriksaan berikutnya.
Antara lain: pemeriksaan sidik tiroid yaitu: alat seperti scanning yang menggunakan zat Yodium ber-radioaktif. Kadang kadang juga diperlukan pemeriksaan tusuk jarum halus (sitologi) yang bertujuan melihat lebih jelas jenis sel dari kelenjar gondok yang sakit tersebut. Untuk beberapa kasus benjol tiroid, pemeriksaan biopsi jarum halus (BAJAH) ini sangat penting dan mudah untuk melihat kemungkinan penyakit keganasan atau kanker.
Pemeriksaan laboratorium lain biasanya hanya tambahan seperti: pemeriksaan TRAB (TSH reseptor antibodi), Anti mikrosomal antibodi, Anti TPO ataupun pemeriksaan tiroglobulin. Semua pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah didalam darah pasien terdapat indikasi kanker kelenjar gondok.
Bicara proses penyembuhan, tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan pasien. Apakah diperlukan operasi atau tidak. Misalnya apakah pasien ingin minum obat seumur hidup? Apakah pasien memiliki rencana untuk hamil? Informasi yang baik perlu dimiliki setiap pasien penyakit gondok untuk memberi keputusan pengobatan terbaik untuk penyakit gondok yang dideritanya.
Istilah penyakit kelenjar tiroid mungkin tidak begitu sering sampai di telinga masyarakat Indonesia. Kecuali istilah penyakit Gondok yang memang sudah 'merakyat'. Penyakit tiroid adalah penyakit yang terjadi karena gangguan pada kelenjar tiroid atau gondok manusia. Gondok itu sendiri adalah: kelenjar dimana setiap kelenjar berfungsi mengeluarkan hormon.
Kelenjar tiroid adalah kelenjar terbesar yang didapatkan dalam tubuh manusia dan kelenjar ini berbentuk seperti: kupu-kupu, terletak di daerah leher sebelah depan pada ruas ke 2 dan ke 3 dari tenggorokan.
Ada beragam jenis kelainan penyakit tiroid. Pertama, hipertiroid. Yaitu: kelenjar gondok yang menghasilkan hormon gondok secara berlebihan. Kedua, hipotiroid. Yaitu: produk hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid menjadi berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Bila dilihat dari bentuk fisiknya, penyakit tiroid terbagi atas pembesaran kelenjar tiroid yang disebut struma (membesar secara menyeluruh). Selain itu penyakit ini juga dikenal dengan gangguan penyakit: kista tiroid, kanker tiroid dan tiroid endemik (pembesaran kelenjar yang berlebihan yang dijumpai pada penduduk daerah yang tanahnya kurang mengandung yodium).
Lantas mengapa orang bisa terserang penyakit ini? Umumnya penyakit gondok ini dikarenaan ketidak stabilan dari hormon yang dihasilkan, atau infeksi. Namun yang paling sering adalah gangguan yang disebut oto imun, dimana tubuh menghasilkan zat antibodi yang berpengaruh terhadap kelenjar gondok. Dan pengaruh ini bisa menyebabkan kekurangan ataupun kelebihan dari produksi hormon gondok.
Khusus untuk gondok endemik, gangguan disebabkan lantaran kurangnya zat yodium yang masuk kedalam tubuh. Pembesaran kelenjar gondok bisa secara menyeluruh atau berbenjol-benjol, nyeri, dan keras pada perabaan. Untuk hipertiroid seringkali diikuti kelainan mata yang disebut eksopthalmus.
Penyakit yang menyerang tanpa mengenal jenis kelamin, usia ataupun status sosial dan ekonomi, umumnya sering menyerang kaum wanita dibandingkan pria (perbandingan 4:1). Khusus penyakit gondok hipertiroid dengan mata membesar disebut penyakit Graves dengan angka genetika mencapai 79% dan sering dijumpai dalam lingkungan keluarga. Pada lansia (orang lanjut usia) sering ditemukan gejala sedikit kekurangan hormon gondok yang menyebabkan timbulnya kelesuan dan gejala sering lupa.
Untuk mengetahui terserang penyakit ini, bila terjadi pembesaran di sekitar leher. Baik dengan atau tanpa gejala yang lain dibadan kita seperti: berdebar-debar, gangguan haid, lemas, dan berkeringat. Bila benar itu terjadi, sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk memeriksakan diri. Dokter akan melakukan tindakan medis melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG) gondok, dan hormon dalam darah (hormon Free T4 dan TSH sensitif). Setelah itu, dokter spesialis endokrinologis (spesialis penyakit dalam khusus menangani gangguan hormon) melakukan pemeriksaan berikutnya.
Antara lain: pemeriksaan sidik tiroid yaitu: alat seperti scanning yang menggunakan zat Yodium ber-radioaktif. Kadang kadang juga diperlukan pemeriksaan tusuk jarum halus (sitologi) yang bertujuan melihat lebih jelas jenis sel dari kelenjar gondok yang sakit tersebut. Untuk beberapa kasus benjol tiroid, pemeriksaan biopsi jarum halus (BAJAH) ini sangat penting dan mudah untuk melihat kemungkinan penyakit keganasan atau kanker.
Pemeriksaan laboratorium lain biasanya hanya tambahan seperti: pemeriksaan TRAB (TSH reseptor antibodi), Anti mikrosomal antibodi, Anti TPO ataupun pemeriksaan tiroglobulin. Semua pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah didalam darah pasien terdapat indikasi kanker kelenjar gondok.
Bicara proses penyembuhan, tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan pasien. Apakah diperlukan operasi atau tidak. Misalnya apakah pasien ingin minum obat seumur hidup? Apakah pasien memiliki rencana untuk hamil? Informasi yang baik perlu dimiliki setiap pasien penyakit gondok untuk memberi keputusan pengobatan terbaik untuk penyakit gondok yang dideritanya.
No comments:
Post a Comment