
Selenium
Anda sering bete (bad in the mood)? Jika ya, itu berarti Anda kekurangan gizi dalam makanan harian Anda. Konsumsilah makanan berselenium untuk membangun rasa percaya diri (pede)
Jangan pernah sepelekan zat yang satu ini. Jika diselidiki, zat kecil ini ternyata bermanfaat besar bagi tubuh. Apalagi kondisi lingkungan di kota besar yang tinggi akan polusi udara, yang berpotensi menimbulkan beragam jenis penyakit. Tak ada salahnya, sejak saat ini kita lebih peduli terhadap kesehatan tubuh. Salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung Selenium (Se).
Beberapa peneliti percaya bahwa, zat nutrisi yang tidak diproduksi oleh tubuh ini, memiliki peranan cukup penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia dan mencegah penyakit kanker. Diantaranya; kanker prostat, kulit, jantung dan paru paru. Dan upss. Pria yang cukup dengan asupan selenium, dipastikan subur dan sperma tetap fit.
Efek positif selenium yang tinggi dan bersifat antioksidan, membuat para ahli gizi dan kesehatan di dunia pun sepakat bahwa; selenium mempunyai peranan cukup penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Tak heran, bila penderita HIV/AIDS yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, seringkali diberikan suplemen selenium untuk meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuh mereka.
Zat mineral yang amat dibutuhkan manusia, bila dikombinaskan dengan vitamin E, dipercaya sangat power full untuk menghalau radikal bebas dan logam-logam beracun seperti: arsen, mercury dan cadmium. Racun-racun ini masuk kedalam tubuh kita melalui makanan, minuman, udara, dan kosmetik. Tanpa adanya selenium, racun-racun tersebut pasti sudah sejak lama menggerogoti tubuh kita dan menimbulkan berbagai macam penyakit.
Salah satu contoh kasus kekurangan zat gizi selenium dan berakibat kematian, terjadi di propinsi Cina, Keshan. Warga di wilayah ini mengalami pembengkakan dan gangguan otot pada jantungnya. Selidik punya selidik, penyakit yang berkembang pesat itu diakibatkan faktor lingkungan tanah yang kurang mengandung selenium. Dan itu menyebabkan munculnya tumbuhan yang kekurangan selenium, menghasilkan makanan standard selenium rendah, sehingga terjadilah tubuh manusia yang kekurangan zat selenium.
Bad in the mood
Kondisi tubuh yang cepat loyo, dan kemampuan kerja otak yang tidak optimal, membuat suasana hati menjadi seringkali bad in the mood. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris beberapa tahun lalu, bahwa selenium bermanfaat untuk perbaikan mood. Dengan kadar selenium paling rendah dalam tubuh (100 mikrogram per hari), seseorang terbukti menjadi sangat bete, uring-uringan, loyo dan cepat marah.
Untuk studi kedua, juga di lakukan pada kelinci percobaan yang dibagi dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok 1, mendapat diet rendah selenium sebesar 32,6 mikrogram setiap harinya. Untuk kelompok 2,diberikan selenium 226,5 mikrogram per hari alias diet tinggi.
Percobaan diet selenium yang dilakukan selama 15 hari, kelompok I mengalami bete berat. Rata-rata kelinci tersebut sering bingung, depresi, sangar, buntu pikiran, tidak percaya diri dan kehilangan gairah. Sedangkan kelompok II, mood-nya lebih baik dibandingkan kelompok 1. Kelincinya lebih ceria, lebih pede dan bersemangat.
Meski peran selenium membangun mood terbukti nyata, konsumsinya harus sesuai anjuran. Dosisi selenium yang aman, menurut para ahli gizi antara 50 hingga 200 mikrogram per hari. Sumber selenium umumnya makanan berkadar protein tinggi. Di dalamnya termasuk pangan hewani (ikan air tawar dan air asin) kerang-kerangan, sereal, susu, daging ternak dan telur ayam.
Sedangkan pangan nabati berkadar selenium rendah (kecuali: bawang putih) adalah; tomat, tempe, tahu, yoghurt dan ragi. Tablet multivitamin/mineral yang mengandung selenium dapat pula menjadi pilihan Anda.
Kekurangan selenium memang bisa membuat orang bĂȘte. Akan tetapi berlebihan selenium dapat berakibat fatal. Misalnya; mual dan muntah, rambut dan kuku rontok, ruam di kulit dan kerusakan saraf.
Namun diatas segalanya, pentingkan konsumsi makanan/minuman sehat yang berimbang . (Haris Maryasno- d ari berbagai sumber)
Jangan pernah sepelekan zat yang satu ini. Jika diselidiki, zat kecil ini ternyata bermanfaat besar bagi tubuh. Apalagi kondisi lingkungan di kota besar yang tinggi akan polusi udara, yang berpotensi menimbulkan beragam jenis penyakit. Tak ada salahnya, sejak saat ini kita lebih peduli terhadap kesehatan tubuh. Salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung Selenium (Se).
Beberapa peneliti percaya bahwa, zat nutrisi yang tidak diproduksi oleh tubuh ini, memiliki peranan cukup penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia dan mencegah penyakit kanker. Diantaranya; kanker prostat, kulit, jantung dan paru paru. Dan upss. Pria yang cukup dengan asupan selenium, dipastikan subur dan sperma tetap fit.
Efek positif selenium yang tinggi dan bersifat antioksidan, membuat para ahli gizi dan kesehatan di dunia pun sepakat bahwa; selenium mempunyai peranan cukup penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Tak heran, bila penderita HIV/AIDS yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, seringkali diberikan suplemen selenium untuk meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuh mereka.
Zat mineral yang amat dibutuhkan manusia, bila dikombinaskan dengan vitamin E, dipercaya sangat power full untuk menghalau radikal bebas dan logam-logam beracun seperti: arsen, mercury dan cadmium. Racun-racun ini masuk kedalam tubuh kita melalui makanan, minuman, udara, dan kosmetik. Tanpa adanya selenium, racun-racun tersebut pasti sudah sejak lama menggerogoti tubuh kita dan menimbulkan berbagai macam penyakit.
Salah satu contoh kasus kekurangan zat gizi selenium dan berakibat kematian, terjadi di propinsi Cina, Keshan. Warga di wilayah ini mengalami pembengkakan dan gangguan otot pada jantungnya. Selidik punya selidik, penyakit yang berkembang pesat itu diakibatkan faktor lingkungan tanah yang kurang mengandung selenium. Dan itu menyebabkan munculnya tumbuhan yang kekurangan selenium, menghasilkan makanan standard selenium rendah, sehingga terjadilah tubuh manusia yang kekurangan zat selenium.
Bad in the mood
Kondisi tubuh yang cepat loyo, dan kemampuan kerja otak yang tidak optimal, membuat suasana hati menjadi seringkali bad in the mood. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris beberapa tahun lalu, bahwa selenium bermanfaat untuk perbaikan mood. Dengan kadar selenium paling rendah dalam tubuh (100 mikrogram per hari), seseorang terbukti menjadi sangat bete, uring-uringan, loyo dan cepat marah.
Untuk studi kedua, juga di lakukan pada kelinci percobaan yang dibagi dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok 1, mendapat diet rendah selenium sebesar 32,6 mikrogram setiap harinya. Untuk kelompok 2,diberikan selenium 226,5 mikrogram per hari alias diet tinggi.
Percobaan diet selenium yang dilakukan selama 15 hari, kelompok I mengalami bete berat. Rata-rata kelinci tersebut sering bingung, depresi, sangar, buntu pikiran, tidak percaya diri dan kehilangan gairah. Sedangkan kelompok II, mood-nya lebih baik dibandingkan kelompok 1. Kelincinya lebih ceria, lebih pede dan bersemangat.
Meski peran selenium membangun mood terbukti nyata, konsumsinya harus sesuai anjuran. Dosisi selenium yang aman, menurut para ahli gizi antara 50 hingga 200 mikrogram per hari. Sumber selenium umumnya makanan berkadar protein tinggi. Di dalamnya termasuk pangan hewani (ikan air tawar dan air asin) kerang-kerangan, sereal, susu, daging ternak dan telur ayam.
Sedangkan pangan nabati berkadar selenium rendah (kecuali: bawang putih) adalah; tomat, tempe, tahu, yoghurt dan ragi. Tablet multivitamin/mineral yang mengandung selenium dapat pula menjadi pilihan Anda.
Kekurangan selenium memang bisa membuat orang bĂȘte. Akan tetapi berlebihan selenium dapat berakibat fatal. Misalnya; mual dan muntah, rambut dan kuku rontok, ruam di kulit dan kerusakan saraf.
Namun diatas segalanya, pentingkan konsumsi makanan/minuman sehat yang berimbang . (Haris Maryasno- d ari berbagai sumber)
No comments:
Post a Comment