Monday, 29 April 2019

Cara Bijak Menegur Anak Buah


          Proses kedisiplinan dalam kerja, satu bagian yang harus dilakukan dalam sebuah tim. Tujuannnya, agar system kerja dapat berjalan dengan teratur dan baik. Memang tak mudah menegur anak buah, bila Anda melihat ia berbuat salah. Berikut ini tips menegur yang cukup bijak: 


Informasi. Sebelum Anda menegur anak buah berbuat salah, tak ada salahnya  Anda mengumpulkan informasi akurat sebanyak mungkin. Tujuannnya, agar Anda tak dianggap arogansi dimata anak buah. Kemudian, tentukan waktu dan tempat untuk membahas masalah ini. Ingat, jangan mencari-cari kesalahan orang lain hanya karena Anda merasa ingin menegur. Artinya Anda harus menegur secara objektif.

Pelanggaran. Menunda adalah pekerjaan yang tidak baik. Alangkah baiknya jika Anda langsung menegur bawahan saat terjadi pelanggaran. Sebab, semakin lama Anda menunda, dikhawatirkan memperburuk keadaan. Jangan habiskan waktu untuk mencari semua bukti. Ini bukan sidang pengadilan yang mengancam terdakwa masuk penjara. Jika Anda telah memiliki alasan dan informasi yang akurat, ditambah keyakinan, maka sudah cukup alasan Anda  untuk menegur.

Personal. Alangkah bijaksananya jika Anda menegur anak buah tidak di tengah orang banian. Lakukan empathie mata dari pribadi ke pribadi, Inilah tempat yang melindungi privacy.

Meredam Emosi. Jangan pernah Anda melakukan peneguran kepada anak buah dalam kondisi penuh emosi. Pasalnya, emosi yang tak berkendalai data memperburuk keadaan. Lagipula, sesuatu yang dilakukan dala keadaan tenang hasilnya akan jauh lebih baik dan obyektif.

Fokus. Teguran hendaknya jangan melenceng dari persoalan. Artinya Anda tidak boleh menyinggung hal-hal yang tidak berkaitan dennen maalah Pokok. Apalagi aika Anda menyinggung maalah pribadi. Selain itu, jangan mengungkit-ungkit kesalahan yang sudah tutup buku alias masa Lalu. Mengungkit kesalah yang sudan lewat mengesankan bahwa Anda seorang pendendam.

Pembelaan. Anda jangan hanya menegur tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Tentu ia memiliki pembelaan diri mengapa ia melakukan kesalahan tersebut. Maka tak ada salahnya, Anda mendengarkan Baik-baik masalahnya. Siapa tahun bisa membantu Anda dalam memecahkan persoalan ini.

Solusi. Setelah menegur, alangkah bijak jika Anda juga memberikan solusi untuk adanya sebuah perbaikan.Informasi apa yang Anda inginkan. Jangan biarkan anak buah Anda melakukan melakukan kesalahan kembali lantaran ia tak mengetahui keinginan Anda.

Komitmen. Bicarakan hal terbaik yang dapat Anda dan dia lakukan untuk memperbaiki keadaan. Kemudian, buatlah kesepakatan dan komitmen dalam rangka perbaikan. Tentukan batas waktu. Akhiri prosedur pemberian teguran ini denna saling pengertian. Selesaikan aneka konflik. Kemudian carilah kesempatan agar Anda bisa melihat perbaikan yang dilakukannya.


Ingat, teguran harus dilakukan dengan tegas sekaligus adil. Jangan hanya menegur orang-orang yang tidak Anda suka. Dalam hal ini Anda harus mengesampingkan sikap subjektif. Jika Anda hanya menegur orang-orang tertentu, Anda akan dicap pilih kasih dan tidak adil. Hal yang tak kalah penting, dalam menegur tunjukkan sikap untuk membantu, bukan menghukum. Selamat menegur...! (hf)

No comments:

Post a Comment