Selamat pagi Sahabatku semuanya, di manapun berada. Belum lama ini, 3 siswa SMAN 2 Palangkaraya Kalimantan Tengah, telah membuat heboh se-antero jagat ini. Buat saya, luar biasa dan angkat topi untuk mereka. Bagaimana tidak? Berdasarkan hasil risetnya untuk karya ilmiah bidang: Life Sciences di ajang World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019, menyatakan bahwa: Akar Bajakah mampu menyembuhkan penyakit Kanker Payudara. Tak heran, jika karya ilmiah berjudul: “Bajakah Tunggal, The Cancer Medicine From Nature”,meraih medali emas.
Menyikapi hal tersebut di atas, semua orang langsung berburu akar Bajakah untuk dieksploitasi guna mendulang rupiah. Sauara-saudara kita yang menderita kanker payudara pun, memiliki harapan untuk sembuh.
Menyikapi fenomena ini, Kantor Kementrian Kesehatan RI pun bergerak untuk menelusuri tanaman bajakah lebih lanjut. “Bajakah sebenarnya adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari tanaman. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies tertentu,” demikian penggalan rilis tersebut, seperti yang dikutip pada jumat (16/8/2019).
Berkenaan dengan “*BAJAKAH* yang sangat viral sekarang ini dan terlebih, tanaman ini tumbuh di tanah Provinsi Kalteng, izin kan saya menyampaikan beberapa hal.
foto: istimewa
Pertama, menurut hemat saya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah perlu segera membuat instruksi berkaitan dengan Bajakah. Instruksi tersebut menitikberatkan pada larangan sementara waktu mengkomersilkan Bajakah. Sebab, sampai sekarang ini belum ada hasil penelitian yang sebagaimana mestinya, dalam hal ini BPOM dan Kementerian Kesehatan RI. Apalagi Bajakah ternyata banyak jenisnya. Dan, ini harus benar-benar dipahami agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.
Kedua, saya menyarankan sekaligus mengharapkan Menteri Kesehatan bertindak cepat bahkan harus segera menghentikan "ke-Viral-an" Bajakah, sampai ada keputusan lebih lanjut yang harus dilakukan.
Saya kira dua hal itu penting untuk diperhatikan dan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Kementerian Kesehatan RI.
Dan, saya ingin menyampaikan juga, tanpa bermaksud meniadakan semangat dan penghargaan kepada para pelajar yang telah berperan melakukan riset terhadap Bajakah, penyampaian di Korea Selatan hingga mendapatkan penghargaan, bukan merupakan 'penemuan' melainkan memperkenalkan.
Di mana para Pelajar Palangka Raya didampingi Ibu Gurunya, lebih kepada memperkenalkan adanya Bajakah dan manfaatnya bagi kesehatan, terkhusus dapat menyembuhkan Kanker Payudara.
Untuk itu, saya berharap kita semua bisa lebih bijaksana dalam menyikapi ke-Viral-an Bajakah. Dan, tentu, saya juga berharap kita bersabar menunggu hasil penelitian lebih lanjut terkait Bajakah itu.
Salam Damai Persahabatan .. (Agustin Teras Narang-Mantan Gubernur Kalimantan Tengah)

No comments:
Post a Comment