Wednesday, 5 November 2008

Potret Kota Pembuat “Mocin”


Kota Chongqing, provinsi Sichuan yang berhawa relatif dingin. Meski kebanyakan pegawai dan warga mereka menggunakan mantel atau jas hujan ketika berangkat kerja, di kota andalan produksi motor cina alias “mocin”, tak menyurutkan kinerja warganya untuk terus berkreatif .

Di kota yang berselimutkan kabut ini, para pengusaha kecil di pasar motor Mopei sibuk memasarkan motor dan merangkai suku cadang untuk dijadikan motor seutuhnya. Uniknya mereka bekerja tanpa rasa takut disebut plagiat. Malah semangatnya begitu menyala-nyala ketika datang calon pembeli dari negara jauh seperti Indonesia. Mereka terampil merangkai sebuah motor dengan bahan baku sparepart dari berbagai jenis motor yang dikenal di Indonesia.

Jejeran kios dan mini showroom motor tanpa merek tersusun rapi. Motornya sendiri warna-warni dengan tipe motor yang dikenal "bebek" sampai motor besar dan jetmatic. Para pengusaha motor itu dengan semangat siap untuk memproduksi motor dalam jumlah besar dan selesai tepat waktu Soal merek, terserah pembeli. Merkea siap, yang penting laku terjual. Soal harga, cincai dan itu diluar biaya pengiriman barang ke tempat tujuan pemesan.

Mopei salah satu tempat dari sekian banyak pasar motor di Cina yang luasnya 3 hektarare ini, pembeli dapat langsung membawa motor yang sudah dirancang. Atau negosiasi untuk dibuatkan motor sesuai keinginannya. Yang menarik, setiap motor yang diproduksi dengan merek apa pun harus uji lulus uji ketahanan mesin. Untuk beberapa merek yang sebagian beredar di Indonesia, ujicoba dilakukan pada pusat tes mesin pabrik motor Jialing.

Semangat yang memunculkan beragam kreativitas dalam produksi motor, agaknya dipacu sesaknya jumlah warga Cina dan kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Akibatnya dengan kerja yang sangat keras, mereka melakukan apa yang bisa dikerjakan. Kemajuan dan keunikan itu sempat kita rasakan.

Haris Maryasno. (Sudah dimuat di Majalah Prioritas BCA-2007)

No comments:

Post a Comment