Wednesday, 5 November 2008

“Mencium” Peluang Bisnis Di Cina


Potensi Cina sebagai tempat untuk berinvestasi patut dipertimbangan sebagai salah satu faktor pendukung pengembangan pasar produk Indonesia, selain sebagai pasar tujuan ekspor itu sendiri. Menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, terdapat beberapa peluang bisnis di negeri ini yang bergerak di sektor industri. Dari manufaktur, hingga jasa. Seperti: wood base product, food processing, fertilizer hingga property dan Infrastructure.

Cina yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa, sebanyak 300 juta jiwa di antaranya merupakan kelas menengah ke atas yang berpotensi menjadi konsumen buah-buahan tropis impor dari Indonesia. Dan Cina menempati peringkat kedua sebagai importir buah segar dari Indonesia. Pada 2005, Deptan mencatat volume ekspor buah ke China mencapai 3.633 ton senilai US$2,296 juta.

Menurut Dirjen Hortikultura Deptan, Ahmad Dimyati (Bisnis Indoneisa, 18-06-2007), ada lima produk hortikultura bakal menjadi komoditas prioritas untuk ekspor ke China. Yaitu: salak, pepaya, mangga, alpukat dan rambutan.

Selain buah-buahan, agribisnis pun menjadi peluang bisnis yang layak dilirik. Seperti: tumbuhan Hanjuang Dracena fragrans, Palem Raja, dan Palem Ekor Tupai, seperti yang dilakukan Tatag Hadi Widodo. Kegiatan ekspor ke Cina sebanyak 61% ini, hanya berhenti pada November-Februari. Sebab, pada masa itu Cina mengalami musim dingin.

Olimpiade Cina 2008. Menurut Kantor Berita Xinhua, berkenaan dengan semakin mendekatnya pembukaan Olimpiade Beijing tahun 2008, perusahaan-perusahaan modal asing juga semakin sibuk mengusahakan peluang bisnis dari pesta sejagad itu.

Perusahaan UPS Amerika Serikat sebagai salah satu sponsor Olimpiade Beijing, kini sedang dengan intensif mengembangkan jasa layanan ekspres ritel di Tiongkok. Perusahaan GE, yang merupakan mitra kerja sama global Olimpiade Beijing, sedang berusaha mempromosi teori pembangunan sarana transmisi tenaga listrik di gedung olahraga dan jasa penyewaan pembangkitan listrik. Selain itu, salah satu perusahaan bermarkas di Swiss, telah mensuplai layanan penataran bahasa untuk Olimpiade Beijing. Perusahaan ini akan menyediakan layanan penataran bahasa asing kepada wasit, penerjemah dan staf Panitia Penyelenggara Olimpiade Beijing.

Kemudian, bagaimana animo pengusaha Cina untuk berinvestasi ke Indonesia?Berdasarkan catatan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, rata-rata menerima 30-50 permintaan kontak dagang dari pengusaha Cina yang ingin mencari berbagai produk atau investasi dengan pengusaha Indonesia.

Informasi dagang yang dibutuhkan para pengusaha Cina berupa produk dan jasa. Seperti: mebel, barang-barang kerajinan, bahan-bahan makanan, hingga bahan-bahan tambang seperti nikel. Selain menerima permintaan kontak dagang dari pengusaha Cina, Atdag Beijing juga menerima tawaran dari pengusaha Cina yang ingin menjual produknya ke pengusaha Indonesia.

Haris Maryasno. (Sudah dipublikasikan di Majalah Prioritas BCA-2007)

No comments:

Post a Comment